Rahye, Demikian nama pemuda yang lahir sekitar tahun 1956 di Dusun Ranjok Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, yang pada tahun 1982 Ia kawin dengan seorang prempuan dari desa setempat yang bernama Nuriyah. Ia dikarunia 6 anak prempuan, yang pertama bernama Fatimah, Salmah, Rosidah, Dian Nitami, Ruhillah dan Nurlaili. Karena anak pertamanya bernama Fatimah, maka sebagaimana kebiasaan di warga lombok nama orang tuannya pasti akan berubah menjadi nama kuniyah atau nama kebapakan yang di Lombok dipanggil “Amaq” menjadi Amaq Fat. Karena terhimpit soal ekonomi, maka Rahye alias Amaq Fat mencoba merantao ke Bali dan setelah membaca situasi ia mencoba memulai usaha dengan jualan bakso, setelah merasa cukup modal pada tahun 2005, ia kembali ke kampung halamannya dan meneruskan usaha bakso tersebut hingga saat ini. Yang luar biasa di orang tua dari lima orang anak prempuan ini, karena dari anaknya yang 6 orang ternyata yang pertama dipanggil Tuhan ketika b...